Jumat, 20 Desember 2013

Puisi: Duka karya Eka Septiani Prayudi


Merah matanya begitu nampak
Desihan dan rintihan samar terdengar
Air matanya menetes mengalir dan menetes lagi
Sebelum sempat jatuh dari pipinya
Tanganya yang kaku
Kakinya tersimpuh
Terpangku oleh duka yang tengah berada diantara berbagai perasaan
Badannya tak kuasa menopang duka
Melihat betapa kakunya
Melihat betapa pucatnya Ibunda yang terbaring diantara lantunan ayat ayat al-quran
Merah itu telah berubah menjadi hitam
Namun apa yang mau dilawan
Takdir tuhan telah bersamanya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar