Sebagai
manusia pada umumnya, kita tidak dapat menghindari yang namanya proses dan
hasil. Proseslah yang membawa kita pada hasil. Namun kebanyakan dari manusia
masih menganggap hasil adalah yang terpenting. Padahal proses yang baik akan
mengantarkan pada hasil yang baik pula.
Contoh
kasus, seorang anak mengikutii ujian. Proses yang benar dengan tekun sehingga
ketika ujian dia bisa. Namun jika prosesnya salah, yaitu ketika ujian dia
mencontek, maka buruk pula hasilnya. Walaupun ‘mungkin‘ (karena yang dicontek
belum tentu benar) hasil ujiannya bagus, apakah dijamin ia akan paham tentang
pelajaran itu kedepannya?
Dalam
banyak hal, memang hasil dapat dilihat secara lebih nyata dari pada prosesnya.
Misalkan di pengadilan, seorang yang terbukti menjadi maling ayam, akan dihukum
sesuai tuntutan hukumannya, jarang dilihat bagaimana proses pencurian itu
terjadi, misalkan ia mencuri karena ada anggota keluarganya yang sedang
kelaparan atau sakit. Bisa jadi, justru si pemilik ayam itu yang dihukum karena
membiarkan tetangganya kelaparan atau sakit – sakitan.
Tanpa
adanya proses, tidak aka nada hasil. Tidak peduli bagaimana prosesnya, hasill
selalu ada. Namun kebanyakan orang terpaku kepada hasil. Sehingga mengabaikan
proses yang baik seperti contoh diatas tadi.
Manusia
adalah makhluk yang lemah. Sebagai manusia kita seharusnya lebih memperhatikan
prosesnya dari pada hasilnya. Biarlah Allah SWT yang menentukan bagaimana hasil
dari proses yang kita jalani. Toh Allah tidak melihat hasil kita, namun proses
yang kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan atau hasil.
Berbeda
dengan pemikiran manusia yang lebih mementingkan hasil dari pada proses itu
sendiri. Karena seperti itulah sifat alami manusia yang selalu ingin instan.
Padahal dari proses itu kita akan belajar, bagaimana melakukan hal yang benar. Dan jika kita salah dalam proses, itu akan menjadi
pelajaran agar kita tidak salah lagi dalam proses selanjutnya. Karena sebagai
manusia kita hanyalah berhak menjalani proses saja sedangkan hasil adalah hak
yang maha kuasa.
Sepatah
kata dari saya untuk memotifasi, dan agar kalian mengetahui sesuatu yang
penting untuk diketahui.
Memang
benar malaikat kubur tidak bertanya “apakah kamu semasa hidup mencontek?”
tetapi malaikat kubur akan bertanya kepada kalian “halalkah harta yang kau
miliki semasa hidup?” bagaimana harta yang kita pergunakan untuk menghidupi
keluarga kita suatu hari nanti bisa halal, jika ijazah yang kita pergunakan
untuk melamar kerja adalah hasil dari mencontek.
ini adalah sebuah kata-kata hasil pemikirannya selama ini dari seorang remaja yang saya kenal,"Wahai anak muda zaman sekarang, yang sedang melaksanakan ujian-ujian kalian di sekolah masing-masing.Pernahkan kalian memikirkan kenapa kalian harus mencontek? tidak bisakah kita semua sadari, kita sebagai pemuda muslim yang berakhlak baik harus memahami tentang mencontek dari sudut pandang syari'at islam?Sebaiknya kita teliti, apakah mencontek itu adalah suatu perbuatan yang curang? apakah curang itu diperbolehkan dalam agama islam?Ternyata tidak diperbolehkan! Allah SWT juga Rasul-Nya melarang kita umat islam mendapatkan sesuatu dengan menghalalkan segala cara, mencontekpun menghalalkan segala cara.
Mari pikirkan baik-baik, jadi apakah hasil ujian kita atau nilai-nilai kita ketika lulus nanti? akan jadi rapot dan ijazah. Apakah ijazah dan rapot diperlukan untuk kuliah atau bekerja nanti? ternyata perlu (memang ada pekerjaan yang tidak perlu ijazah, jadi pemulung misalnya. itu apabila kita ingin jadi pemulung)Nah apa jadinya ketika kita kuliah atau bekerja menggunakan hasil dari keharaman? sungguh Na'dzubillah min dzaalik. kita akan menafkahi diri dan keluarga dengan sesuatu yang haram.Lalu apa gunanya kita semua belajar 6 tahun, 9 tahun, 12 tahun dst. kalau saja eksekusinya adalah mencontek? buat apa kalian semua belajar? sia-sialah kita. merugilah kita.Wahai pemuda, mari sejenak kita pikirkan akan hal ini"
Mudah
mudahan tulisan yang tidak terlalu bagus ini (karena yang buat belum
professional dalam hal membuat artikel) dapat mebuat kita termotifasi dan
introspeksi juga memperbaiki diri kita menuju kearah yang lebih baik lagi.
Amin.
Selamat
mengerjakan soal Ujian
Kenaikan Kelas
bagi siswa dan siswi MAN2 dan seluruh siswa yang sedang menghadapi ujian.
Mudah mudahan dapat mengerjakan soal ujian dengan baik tanpa mencontek pastinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar