Kamis, 16 Januari 2014

Wanita



Wanita adalah suatu ciptaan tuhan yang diciptakan untuk menjadi pasangan hidup seorang laki laki. Wanita juga sebagai pelengkap ciptaan tuhan. Pelengkap ciptaan tuhan maksudnya adalah, menurut penelitian dan memang kenyataan wanita lebih unggul dalam psikis atau kejiwaan dan laki laki lebih unggul dalam fisik atau jasmani. Wanita juga diciptakan untuk menjadi perhiasan paling berharga bagi suaminya. Wanita juga menjadi sesuatu yang spesial bagi orang tuanya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa wanita  lebih kuat daripada laki laki.
Seorang wanita memiliki indra yang lebih peka terhadap sesuatu. Wanita adalah ibu bagi setiap manusia. Wanita memiliki hubungan batin terhadap anak kandungnya. Seorang ibu juga lebih dihormati oleh anaknya ketimbang ayahnya. Menurut hadits nabi juga ibu disebutkan dalam tiga waktu sedangkan ayah hanya satu.
Begitu spesialnya seorang wanita, nah sekarang kita bahas fenomena yang terjadi saat ini. Tahukan wanita itu terbuat dari apa? Wanita bukan terbuat dari tulang kaki dan tangan agar hanya kita (kaum lelaki) suruh suruh (jadi pembantu), juga bukan dari air mata lelaki yang hanya digunakan untuk menjadi pelampiasan (kejam), bukan juga terbuat dari otak kaum lelaki untuk menjadi CPU kita (pengatur kita), tetapi wanita itu terbuat dari tulang rusuk adam, tahukan apa fungsi dari tulang rusuk. Tulang rusuk berfungsi sebagai pelindung organ organ dalam. Berarti kita harus senantiasa menjaga dan melindungi hati atau perasaan wanita. Untuk itulah wanita diciptakan.

KM



  • Hidup itu seperti sungai kadang mulus dan kadang berbatu 
  • Pelaut ulung tidak lahir di laut yang tenang 
  • Allah tidak memberikan yang kita harapkan tetapi memberikan yang kita butuhkan 
  • Sungguh indah rencana kita tetapi rencana allah jauh lebih indah 
  • Dalam perang sulit menentukan mana pahlawan dan mana penjahat 
  • Zamrud hijau seperti hutan yang lebat safir biru bagaikan lautan yang luas rubi merah bagai daun gugur di musim gugur apa gunanya jika tidak ada kebahagiaan dianataranya 
  • Tanpa arah dan tujuan apa arti sebuah perjalanan 
  • Orang yang mengetahui jauhnya perjalanan maka ia akan bersiap siap 
  • Orang tua telah mengalami apa yang kita alami 
  • Teman terbaik kita ada di rumah kita selama ini 
  • Teman nongkrong terbaik adalah buku 
  • Usaha yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula 
  • Senyum itu seperti mentari jika ada ia akan memberikan kehidupan di bumi jika tak ada maka dunia akan gelap gulita 
  • Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah(pemimpin) di bumi 
  • Kesempatan tidak datang berkali kali 
  • Lihat dan perhatikanlah maka kau akan menjadi orang yang tahu 
  • Teman terbaik adalah yang membantumu dalam kebaikan 
  • Laut adalah sesuatu yang suci jika benda kotor masuk kedalamnya ia akan mengeluarkannya 
  • Hidup itu seperti sungai kau tak bisa mengaturnya maka biarlah ia yang mengatur mu

Usaha dan Hasil



Sebagai manusia pada umumnya, kita tidak dapat menghindari yang namanya proses dan hasil. Proseslah yang membawa kita pada hasil. Namun kebanyakan dari manusia masih menganggap hasil adalah yang terpenting. Padahal proses yang baik akan mengantarkan pada hasil yang baik pula.
Contoh kasus, seorang anak mengikutii ujian. Proses yang benar dengan tekun sehingga ketika ujian dia bisa. Namun jika prosesnya salah, yaitu ketika ujian dia mencontek, maka buruk pula hasilnya. Walaupun ‘mungkin‘ (karena yang dicontek belum tentu benar) hasil ujiannya bagus, apakah dijamin ia akan paham tentang pelajaran itu kedepannya?
Dalam banyak hal, memang hasil dapat dilihat secara lebih nyata dari pada prosesnya. Misalkan di pengadilan, seorang yang terbukti menjadi maling ayam, akan dihukum sesuai tuntutan hukumannya, jarang dilihat bagaimana proses pencurian itu terjadi, misalkan ia mencuri karena ada anggota keluarganya yang sedang kelaparan atau sakit. Bisa jadi, justru si pemilik ayam itu yang dihukum karena membiarkan tetangganya kelaparan atau sakit – sakitan.
Tanpa adanya proses, tidak aka nada hasil. Tidak peduli bagaimana prosesnya, hasill selalu ada. Namun kebanyakan orang terpaku kepada hasil. Sehingga mengabaikan proses yang baik seperti contoh diatas tadi.
Manusia adalah makhluk yang lemah. Sebagai manusia kita seharusnya lebih memperhatikan prosesnya dari pada hasilnya. Biarlah Allah SWT yang menentukan bagaimana hasil dari proses yang kita jalani. Toh Allah tidak melihat hasil kita, namun proses yang kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan atau hasil.
Berbeda dengan pemikiran manusia yang lebih mementingkan hasil dari pada proses itu sendiri. Karena seperti itulah sifat alami manusia yang selalu ingin instan. Padahal dari proses itu kita akan belajar, bagaimana melakukan hal yang benar. Dan jika kita salah dalam proses, itu akan menjadi pelajaran agar kita tidak salah lagi dalam proses selanjutnya. Karena sebagai manusia kita hanyalah berhak menjalani proses saja sedangkan hasil adalah hak yang maha kuasa.
Sepatah kata dari saya untuk memotifasi, dan agar kalian mengetahui sesuatu yang penting untuk diketahui.
Memang benar malaikat kubur tidak bertanya “apakah kamu semasa hidup mencontek?” tetapi malaikat kubur akan bertanya kepada kalian “halalkah harta yang kau miliki semasa hidup?” bagaimana harta yang kita pergunakan untuk menghidupi keluarga kita suatu hari nanti bisa halal, jika ijazah yang kita pergunakan untuk melamar kerja adalah hasil dari mencontek.
ini adalah sebuah kata-kata hasil pemikirannya selama ini dari seorang remaja yang saya kenal,
"Wahai anak muda zaman sekarang, yang sedang melaksanakan ujian-ujian kalian di sekolah masing-masing. 
Pernahkan kalian memikirkan kenapa kalian harus mencontek? tidak bisakah kita semua sadari, kita sebagai pemuda muslim yang berakhlak baik harus memahami tentang mencontek dari sudut pandang syari'at islam? 
Sebaiknya kita teliti, apakah mencontek itu adalah suatu perbuatan yang curang? apakah curang itu diperbolehkan dalam agama islam? 
Ternyata tidak diperbolehkan! Allah SWT juga Rasul-Nya melarang kita umat islam mendapatkan sesuatu dengan menghalalkan segala cara, mencontekpun menghalalkan segala cara.

Mari pikirkan baik-baik, jadi apakah hasil ujian kita atau nilai-nilai kita ketika lulus nanti? akan jadi rapot dan ijazah. Apakah ijazah dan rapot diperlukan untuk kuliah atau bekerja nanti? ternyata perlu (memang ada pekerjaan yang tidak perlu ijazah, jadi pemulung misalnya. itu apabila kita ingin jadi pemulung) 
Nah apa jadinya ketika kita kuliah atau bekerja menggunakan hasil dari keharaman? sungguh Na'dzubillah min dzaalik. kita akan menafkahi diri dan keluarga dengan sesuatu yang haram. 
Lalu apa gunanya kita semua belajar 6 tahun, 9 tahun, 12 tahun dst. kalau saja eksekusinya adalah mencontek? buat apa kalian semua belajar? sia-sialah kita. merugilah kita. 
Wahai pemuda, mari sejenak kita pikirkan akan hal ini"
Mudah mudahan tulisan yang tidak terlalu bagus ini (karena yang buat belum professional dalam hal membuat artikel) dapat mebuat kita termotifasi dan introspeksi juga memperbaiki diri kita menuju kearah yang lebih baik lagi. Amin.
Selamat mengerjakan soal Ujian Kenaikan Kelas bagi siswa dan siswi MAN2 dan seluruh siswa yang sedang menghadapi ujian. Mudah mudahan dapat mengerjakan soal ujian dengan baik tanpa mencontek pastinya.